JOMBANG (21/12) — Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Dr Salim Segaf Al-Jufri menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk “Silang Pendapat Makna Radikalisme” yang digelar di Pesantren Tebuireng Jombang oleh Pusat Kajian Pemikiran Hasyim Asy’ari Tebuireng. Acara ini diadakan untuk memperingati 10 tahun wafatnya Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dalam sambutannya Gus Sholah mengungkapkan silang pendapat istilah radikal dan radikalisme. “Ada kaos bertulis ‘nasionalis radikal’. Ketika ditanya maksud tulisan di situ, dijawab pemakainya ‘nasionalisme yang sungguh-sungguh’. Artinya di situ radikal mengandung pengertian positif. Yang negatif istilah ultranasionalisme atau chauvinisme,” ujar Gus Sholah. “Tetapi dalam istilah Islam Radikal, makna radikal menjadi negatif. Ini kan ada kesimpangsiuran,” lanjut Gus Sholah.

Baca juga  Habib Salim: Perbanyaklah Teman yang Baik karena Mereka akan Memberikan Syafa'at di Akhirat

Sementara itu Habib Salim dalam paparannya menyampaikan ketidaksetujuan penggunaan istilah radikal bagi hal-hal yang sebetulnya positif. Misalnya adanya SKB 11 instansi pemerintah yang menilai ASN yang kritis sebagai radikal.

“Bagaimana mungkin orang yang menyampaikan kritik konstruktif dituduh radikal. Akhirnya nanti masyarakat gak ada yang ngomong. Bagaimana bangsa dan negara bisa maju jika kritik yang konstruktif dibungkam dengan tuduhan radikal,” kata Habib Salim. (pks.id)

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *